Cerita Seorang Ibu Hamil
Saat itu, saya dan suami pergi ke bidan untuk memeriksakan kandungan. Ternyata sampai di sana, banyak pasien yang telah menunggu. Ditempat itu saya berkenalan dengan seorang ibu yang juga tengah menunggu antrian pemeriksaan. Namanya ibu Ummi. Ibu tersebut mengatakan ia kini tengah hamil anak kedua.Namun yang menjadi perhatian saya, wajah ibu ini terlihat murung dan tertekan. Mimik muka yang tak terhapus, meski ia sesekali tersenyum kala mendengar perbincangan yang lucu perihal perkembangan anak dengan saya.
Dalam perbincangan itu, saya seperti tidak bisa mengendalikan diri dari keingintahuan. Tak sanggup menahan, kemudian saya memberanikan diri untuk bertanya tentang keadaan dirinya (ibu Ummi). Karena saya melihat bahwa dirinya tidak bahagia dengan kehamilan saat ini. Seperti ada beban dan masalah.
Saya beruntung, ternyata Ibu Ummi tidak tersinggung dengan pertanyaan yang saya ajukan. Kelihatannya dia menerima dengan baik. Diakuinya, tidak menjadi sesuatu yang membahagiakan. Namun sebaliknya, ia seperti beban dan memperumit keadaan. Sesuatu yang berbeda dengan kehamilan pertamanya.
Menurutnya, itu disebabkan karena kehamilan ini (kehamilan kedua) di luar perkiraannya. "Rencana awal, punya anak kedua kalau anak pertama sudah berumur tiga atau empat tahun", katanya. Tapi, kala si anak pertama berumur tujuh bulan, dirinya sudah hamil lagi. Maka tak terbayang dipikirannya akan kesulitan yang mungkin akan terjadi, terlebih penghasilan suami sangat terbatas.
Persiapkan Kehamilan Bunda
Mendengar cerita ibu Ummi kala itu, saya pun susah untuk berkata-kata. Kondisi yang sangat dilematis. Kita ketahui bahwa anak merupakan anugrah terbesar dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Suatu nikmat yang tak ternilai oleh apapun di dunia ini. Sementara ribuan bahkan jutaan wanita di indonesia mencari informasi cara cepat hamil, tips cepat hamil, ingin cepat hamil, agar cepat hamil dan lain sebagainya. Tidak "lebay" jika saya katakan mereka yang susah hamil ini sampai melakukan segala macam hal yang dapat membuahkan hasil. Semua itu hanya karena ingin mewujudkan impiannya, yaitu memiliki buah hati. Kehadirannya dalam keluarga menjadi semarak, lebih bahagia dan kelangsungan keturunan terjaga.
Kembali melihat hikmah dari cerita tentang Ibu Ummi diatas. Dapat disimpulkan bahwa faktor ekonomi lah yang paling berpengaruh. Keadaan seperti itu dapat teratasi ketika kebutuhan keluarga tercukupi, anak mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang baik. Jika tidak demikian, kehadiran anak malah akan menjadi kesusahan, kesedihan, bahkan perpecahan yang berujung pada perceraian.
Atas dasar demikian, sangat penting bagi pasangan suami istri untuk mempersiapkan kehamilan dengan baik. Hal ini dilakukan agar calon ibu dapat menjalani kehamilan 9 bulan dengan nyaman, sehat, bahagia dan jauh dari stres. Kemudian saat persalinan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. Terlebih bagi calon ibu seorang wanita karir yang tetap bekerja di saat hamil.
Tips Mempersiapkan Kehamilan yang Baik
Berikut ini adalah sembilan tips mempersiapkan kehamilan yang baik. Sehingga janin sehat, bunda dan keluarga bahagia. Diantaranya :Hindari Asap Rokok
Jika suami merokok, sebaiknya di luar rumah, tidak berdekatan dengan istri. Jauhi asap rokok yang ada, mulai di area kantor atau di tempat-tempat umum seperti bus, terminal dan lainnya.
Perbanyak Minum Air Putih
Dianjurkan sejumlah 8 gelas sehari. Hintikan konsumsi minuman yang mengandung soda, bahan pengawet dan kafein.
Hindari Stres
Jangan biarkan pikiran stres hingga berkepanjangan. Petakan masalah-masalah yang dihadapi dengan tenang dan dicarikan jalan keluar secepat mungkin. Karena stres berat yang berlarut-larut, akan memperlemah daya tahan tubuh. Dikhawatirkan akan berdampak pada kesuburan.
Berolahraga Teratur
Olahraga ini tidak harus menggunakan alat-alat yang mahal. Cukup berjalan kaki, kalau bisa tanpa alas kaki. Lakukan setiap hari diwaktu pagi, selama 15-30 menit. Itu cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.
Mengkonsumsi Gizi Seimbang dan Variatif
Upayakan setiap hari sayur-sayuran hijau dan buah-buahan segar yang mengandung asal folat, seperti jeruk, semangka dan lainnya. Lebih baik lagi bila dibuat variatif setiap harinya. Selain itu, hindari makanan siap saji atau yang diawetkan, seperti makanan dalam kaleng, mie instan dan lainnya. Lebih lanjut, nanti bunda dapat membaca artikel Nutrisi Ibu Hamil Berkualitas.
Bagi Penderita Sakit, Sebaiknya Konsultasi dulu dengan Dokter Kandungan
Seperti penderita diabetes atau lainnya, selain memperhatikan makanan, juga secara berkala untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan yang terpercaya. Sehingga kandungan itu tidak membahayakan dirinya dan janin.
Rajin Berdoa, Beribadah dan Baik Kepada Sesama
Kita wajib beribadah menurut keyakinan masing-masing. Beribadah diiringi dengan doa dan berbuat kebaikan dengan sesama. Semua amal kebaikan dan ibadah itu dilakukan secara istiqamah dan ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, agar bunda cepat hamil dengan kehamilan yang sehat, persalinan yang lancar, serta buah hati nanti tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan berguna bagi sesama.
Perkuat Mental
Hal ini dikarenakan selama kehamilan, fisik akan mengalami perubahan yang dinamis. Jika tidak diimbangi dengan mental yang baik, akan membuat emosi tidak stabil, timbul stres dan batin mudah tertekan. Sementara itu, suami perlu memberikan dukungan memperhatikan kesehatan istri, menemani istri dalam memeriksakan kandungannya, menenangkan jika ada masalah, berdoa setiap waktu untuk keselamatan calon bayi dan istri, serta dukungan lainnya.
Persiapkan Dana Sebelum Hamil
Perawatan di masa kehaminan, persiapan persalinan hingga proses persalinan membutuhkan biaya yang cukup besar. Selama kehamilan sampai persalinan, dibutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan gizi, pemeriksaan kehamilan, baju hamil, perlengkapan bayi, biaya persalinan dan sebagainya. Dengan perencanaan keuangan yang baik dan disiapkan lebih dini, segala kebutuhan dapat terpenuhi, meski ada kejadian yang terjadi diluar perkiraan kita. Persiapan dana ini dapat kita lakukan secara mandiri dengan menabung dalam bentuk tabungan, emas, atau bisa juga mengikuti program asuransi jiwa khusus kehamilan dan persalinan.
Demikian informasi Persiapan Kehamilan yang Baik yang dapat saya sajikan. Diharapkan setelah membaca artikel ini, bunda dapat mempersiapkan menyambut kehamilan yang terencana jauh-jauh hari. Jadi, ketika bunda hamil, akan disambut dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Karena kita sebagai wanita harus sadar bahwa hamil itu menyenangkan, penuh dengan cerita yang takkan terlupakan sepanjang hidup.
Lalu, Bagaimana dengan Bunda yang Sudah Terlanjur Hamil Tanpa Rencana?
Seperti cerita tentang Ibu Ummi di atas, yang kehamilannya belum diinginkan atau mendahului rencana awal, apalagi ekonomi keluarga sangat terbatas. Satu sikap bijak yang pertama adalah menerimanya dengan lapang dada. Kita harus rela hati bahwa hal ini merupakan berkah-rahmat Sang Pencipta. Ingat, ada ribuan bahkan jutaan wanita di Indonesia yang susah hamil. Jadi, ketika bunda dalam kondisi hamil diluar rencana, solusinya adalah suami dan istri harus kompak menjaga kesehatan dan memperbaiki mental, saling menumbuhkan semangat dan meyakinkan diri kepada Tuhan. Teruslah berdoa agar bayang-bayang kecemasan dan kesusahan tidak menjadi kenyataan. Tuhan Yang Maha Kuasa pasti memberikan jalan kemudahan dan kelapangan. Amien ... :)
Penulis : Rini Utami
Meskipun artikel ini jauh dari sempurna tapi saya butuh waktu dan pikiran yang tidak sedikit untuk berusaha menyajikan yang terbaik. Mohon tidak meng-copy sembarangan tanpa mencantumkan sumber link aktif "http://http://masakehamilanibu.blogspot.com/" Jika tidak mencantumkan, kami tidak segan-segan melaporkan blog/website anda ke pihak Google karena itu melanggar hukum dan Syarat Ketentuan Google. ( removals@google.com )
Jika bunda berkenan, mohon bantuannya untuk bagikan/share kepada teman / saudara bunda melalui link dibawah ini. "Have a Nice Pregnancy" bunda :)


